Kamis, 18 April 2013

manajemen asuhan BBL


BAB I
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
               Keluarga sehat dan sejahtera dengan kualitas hidup yang baik diantaranya dari segi ibu dan anak adalah merupakan pertimbangan yang penting, dan memberikan pertolongan dengan segera aman dan bersih adalah bagian dari esensial dari asuhan bayi baru lahir (APN, 2004).
               Pada umumnya, kelahiran bayi normal cukup ditolong oleh bidan dengan tanggung jawab penuh terhadap keselamatan ibu dan bayi. Sedangkan pada kelahiran abnormal yang memerlukan pertolongan spesialis bayi baru lahir diurus oleh bidan dan bila dirumah sakit yang dilengkapi dengan unit pelayanan kesehatan bayi hendaknya ditolong oleh dokter anak. (Mochtar, Rustam, 1998)
1.2      Tujuan
       1.2.1  Tujuan Umum
»        Untuk mengetahui gambaran penanganan kelahiran bayi baru lahir normal di BPK RSUD Langsa.
      1.2.2  Tujuan Khusus
»        Untuk memberikan pelayanan kepada bayi baru lahir diruang neonatus BPK RSUD Langsa.
»        Untuk menurunkan angka kesakitan pada bayi baru lahir dengan memberikan pelayanan yang optimal.
 


BAB II
PEMBAHASAN

2.1       Definisi
Bayi baru lahir dapat dibagi menjadi 2 yaitu :
1)      Bayi normal
      Adalah bayi sehat yang hanya memerlukan perawatan biasa.
 (Moctar, Rustam, 1998).
2)      Bayi gawat
Adalah bayi yang memerlukan penanggulangan khusus seperti adanya asfiksia dan pendarahan.((Moctar, Rustam, 1998).
Dan dalam teori ini akan dibahas tentang perawatan bayi baru lahir normal.
2.2     Alat-alat untuk Perawatan Bayi
Alat-alat yang diperlukan yaitu :
»        Penghisap lendir (mucus ekstraktor aspirator)
»        Tabung oksigen beserta alatnya untuk membantu pernafasan bayi
»        Alat resusitasi untuk pernafasan
»        Obat-obatan : glukosa 40%, larutan bikarbonat, natrikus 7,5%, nalorfin sebagai antidotum morfin dan petidin.
»        Alat pemotong, pengikat dan antiseptic tali pusat
»        Tanda pengenal bayi (identifikasi) yang sama dengan ibu
»        Tempat tidur bayi dan incubator bayi
»        Stopwatch dan thermometer
2.3     Pertolongan pada waktu Bayi Lahir
»        Mulailah melakukan pembersiahan lender pada saat kepala keluar dengan pembersihan mulut, hidung dan mata dengan kapas dan kasa steril.
»        Jam lahir dicatat dengan stopwatch
»        Lendir diisap sebersih mungkin sambil bayi ditidurkan dengan kepala lebih rendah dari kaki dalam posisi sedikit ekstensi, supaya lendir mudah keluar.
»        Tali pusat diikat dengan baik dan bekas luka diberi antiseptic kemudian dijepit dengan klem jepit plastic atau diikat dengan pita atau benang talli pusat.
»        Segera setelah lahir, bayi yang sehat akan menangis kuat, bernafas serta mengerakkan tangan dan kakinya, kulit akan berwarna kemerahan.
»        Bayi dimandikan dan dibersihkan dengan air hangat-hangat kuku dari lumuran darah, air ketuban, mekonium dan vernik kaseosa, ada pula yang membersihkannya dengan minyak kepala atau minyak zaitun.
»        Jangan lupa menilai bayi dengan nilai APGAR
»        Bayi ditimbang berat badannya dan diukur panjang badannya kemudian dicatat dalam status.
»        Perawatan mata bayi, mata bayi dibersihkan kemudian diberikan obat untuk mencegah blenorrhoe.
-          Metode  crede : dengan tetesan nitras argenti 1-2% sebanyak 2 tetes pada masing-masing mata.
-          Penisilin salep atau garamyan salep mata.
»        Diperiksa juga anus, genetalia dan jenis kelamin bayi. Pada bayi laki-laki diperiksa apakah ada fimosis dan apakah descensus testikulorom telah lengkap.
»        Bayi akhirnya diperlihatkan kepada ibu ayah dan keluarga yang mendampingi.
2.4     Klasifikasi Klinik
»        Nilai 7 – 10     :  Bayi normal
»        Nilai 4 – 6       :  Bayi asfiksia ringan sedang
»        Nilai 0 – 3       :  Bayi asfiksia berat
      Skor APGAR dikemukan oleh Dr. Virginia APGAR pada tahun 1950, merupakan alat untuk mengkaji kondisi bayi sesaat setelah lahir dalam hubungannya dengan variable kemampuan bernafas, frekuensi jantung, warna, tonus otot. dan iritabilitas refleks.
      Penilaian dilakukan satu menit setelah kelahiran, untuk memberi kesempatan untuk memulai perubahan. Penilaian berikutnya dilakukan pada menit ke-5 dan ke-10. Penilaian dapat dilakukan lebih sering bila ada nilai yang rendah dan diperlukan resusitasi, agar memperoleh indikasi efektivitas yang digunakan missal pada menit ketiga dan kelima. Penilaian menit kesepuluh memberikan morbiditas pada masa mendatang, nilai yang rendah berhubungan dengan kondisi neurologis.


Tabel nilai APGAR
Skor
0
1
2
Angka
  A : Appreance color     (warna kulit)

P   : Pulse (Heart rate) (frekuensi jantung)
G : Giimace (reaksi terhadap rangsangan)
A     :  Activity (tonus otot)


R : Respiration (usaha nafas)
Pucat


Tidak ada
Tidak ada

Lumpuh


Tidak ada
Badan merah ekstremitas biru

Dibawah 100

Sedikit gerakan mimic

Ekstremitas dalam fleksi sedikit
Lemah, tidak teratur
Seluruh tubuh kemerah-merahan
Diatas 100

Menangis, batuk, bersin

Gerakan aktif


Menangis kuat
……….


……….

……….


……….


……….



2.5     Upaya untuk mencegah hipotermi pada bayi
   Kehilangan panas tubuh bayi dapat dihindari melaui upaya-upaya, seperti :    Keringkan bayi secara seksama
               Segera setelah lahir keringkan permukaan tubuh bayi sebagai upaya untuk mencegah kehilangan panas akibat evaporasi cairan ketuban pada permukaan tubuh bayi, hal ini juga merupakan rangsangan taktil untuk membantu bayi memulai pernafasan.
         Selimuti bayi dengan selimut atau kain bersih dan hangat
Segera setelah tubuh bayi dikeringkan dan tali pusat dipotong, ganti handuk atau kain yang telah dipakai dengan selimut atau kain hangat, kering dan bersih.
         Tutupi kepala bayi
Pastikan kepala bayi atau bagian kepala bayi ditutupi setiap saat, guna menghindari kehilangan panas tubuh bayi.
         Anjurkan ibu memeluk dan memberikan bayi ASI
Memeluk bayi akan membuat bayi tetap hangat dan merupakan upaya pencegahan kehilangan panas yang sangat baik.
Pastikan bahwa pemberian ASI dimulai dalam waktu 30 menit setelah bayi baru lahir, anjurkan ibu untuk memeluk dan mencoba untuk menyusukan bayinya segera setelah tali pusat di klem dan dipotong.
         Lakukan penimbangan setelah bayi mengenakan pakaian
Sebelum melakukan penimbangan, selimuti tubuh bayi dengan kain atau selimut bersih dan kering.
         Jangan memandikan bayi setidak-tidaknya 6 jam setelah bayi lahir
Memandikan bayi dalam beberapa jam pertama kehidupannya dapat mengarah pada kondisi hipotermia dan sangat membahayakan keselamatan bayi.


BAB III
CATATAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN
PADA BAYI BARU LAHIR/NEONATUS

I.             PENGUMPULAN DATA
A.          Identitas/Biodata
Nama bayi             :  By. J                                             
Umur bayi             :  Bayi baru lahir                              
Tgl/jam/lahir          :  16 Juni 2012 / 03.45 Wib / Sc
Jenis kelamin         :  Laki-laki         
Berat badan           :  3500 gr
Panjang badan       :  52 cm             

Nama Ibu              :  Ny. Janatul Aina   Nama Suami          :  Tn. M. Lidan
Umur                     :  28 tahun                Umur                     :  30 tahun
Suku/kebangsaan  :  Aceh/Indo             Suku/kebangsaan  :  Aceh/Indo
Agama                   :  Islam                     Agama                   :  Islam
Pendidikan            :  SMA                     Pendidikan            :  SMA
Pekerjaan               :  IRT                        Pekerjaan               :  wiraswasta
Almt. Rumah        :  Idi cut,
                            Sungai Raya        Almt. Kantor               :  -
                                                                                               
Telp                       :  -                             Telp                       :  -
Almt. Kantor         :  -
Telp                       :  -











B.           Anamnesa (Data Subjektif)
Pada tanggal         :  16 Juni 2012                      Pukul         :  09.10 Wib
1.      Riwayat penyakit kehamilan
»        Pendarahan                          :  tidak ada
»        Pre eklamsia                         :  tidak ada
»        Eklamsia                               :  tidak ada
»        Penyakit kelamin                  :  tidak ada
»        Lain-lain                               :  tidak ada

2.      Kebiasaan waktu hamil
»        Makanan               :  nasi + lauk pauk + susu
»        Obat-obatan          :  tidak ada
»        Merokok                :  tidak ada
»        Lain-lain                :  tidak ada
3.      Riwayat Persalinan sekarang
»        Jenis persalinan     :  Sc
»        Ditolong oleh        :  Bidan
»        Lamanya persalinan
Kala I                    :  7                   Jam                  -           Menit
Kala II                   :  -                    Jam                  30        Menit
»        Ketuban pecah      : amniontomi
Warna                    :  jernih
Jumlah                   :  1300 cc
»        Komplikasi persalinan
Ibu                         :  post date
Bayi                       :  tidak ada
»        Keadaan bayi baru lahir       :  tidak ada
Nilai APGAR : 1-5 menit I  :  6             5-10 menit II :


Tanda
0
1
2
Jumlah Nilai


Menit I
Frekwensi jantung
[ ] tdk ada
[ ] < 100
[  ] > 100


Usaha menangis
[ ] tdk ada
[Ö ] lambat
[  ] menangis




     tidak teratur
        Kuat


Tonus obat
[ ] lumpuh
[Ö ] ekstremilasi
[  ] gerakan




     flexi sedikit
        Aktif


Refleks
[ ] tidak
[Ö ] gerakan
[  ] menangis
6


    Beraksi
     Sedikit



Warna kulit
[ ] biru
 Pucat
[Ö ] tubuh ke-
[  ] kemerahan




    merahan 
tangan dan





    kaki biru



Menit V
Frekwensi jantung
[ ] tdk ada
[ ] < 100
[ Ö ] > 100


Usaha menangis
[ ] tdk ada
[ ] lambat
[ Ö ] menangis




     tidak teratur
        Kuat


Tonus obat
[ ] lumpuh
[Ö ] ekstremilasi
[  ] gerakan




     flexi sedikit
        Aktif


Refleks
[ ] tidak
[Ö ] gerakan
[  ] menangis
8


    Beraksi
     Sedikit



Warna kulit
[ ] biru
 Pucat
[Ö ] tubuh ke-
[  ] kemerahan




    merahan
tangan dan





    kaki biru
















Sidik telapak kaki kiri bayi
Sidik telapak kaki kanan bayi


Sidik jempol tangan kiri ibu
Sidik jempol tangan kanan ibu



RESUSITASI
Penghisapan lendir      :  ada            rangsangan   :  ada
Ambu                          :  tidak ada   lamanya        :  tidak dilakukan

Massage jantung         :  tidak ada   lamanya        :  tidak dilakukan
Intubasi endutracheal  :  tidak ada   nomor           :  tidak dilakukan
Oksigen                       :  tidak ada   lamanya        :  -    menit
Therapy                       :  Vitamin K 0,1 ml/ IM
Keterangan                  :  tidak ada







II.     Pemerikasaan Fisik (Data Objektif)
1.   Keadaan Umum          :  baik
2.   Tanda vital                 
»        Suhu                      :  36 °C
»        Resp                      :  44 x/m
»        BB sekarang          :  3500 gr
»        LK                         : 33 cm
3.   Pemeriksaan secara sistematis
»        Kepala                   :  normal, tidak ada kaput suksedanum
»        Ubun-ubun            :  normal, tidak ada penyusupan sutura
»        Muka                     :  normal, terdapat venik kaseosa
»        Mata                      :  normal, simetris
»        Telinga                  :  normal, bersih
»        Mulut                    :  normal, labia normal, palatum normal
»        Hidung                  :  normal, simetris
»        Leher                     :  normal
»        Dada                        :     simetris
»        Tali pusat               :  normal, putih segar
»        Genetalia               :  tidak ada kelainan, Testis belum masuk ke skrotum
»        Anus                      :  ada
4.      Refleks
»        Refleks moro                  :  baik
»        Refleks walking             :  baik
»        Refleks graph/plantar     :  baik
»        Refleks sucking              :  baik
»        Refleks tonic neck         :  baik



5.      Antropometri
»        Lingkar kepala               :  33 cm
»        Lingkar dada                  :  35 cm
»        Lingkar lengan atas        :  Tidak di ukur
6.      Eliminasi
»        Miksi
Warna                             :  jernih
Tanggal                          :  16 juni 2012
Pukul                              :  07.00 Wib
»        Mekonium                      :  ada
Warna                             :  kehitaman
Tanggal                          :  16 juni 2012
Pukul                              :  07.00 Wib



















CATATAN PENDOKUMENTASIAN SOAP

Tanggal 16 juni 2012
S       :     Bayi J lahir Sc, JK laki-laki, BB 3500 gr,tidak segera menangis, bayi sudah BAB dan BAK, tali pusat putih segar.

O     :     Laju jantung : 117 x/i                             Resp        : 44 x/i                 
            BB                : 3500 gr                            Anus       : (+)
               PB                : 52 cm                              kelcong   : (-)
               Suhu             : 36 °C                               Vit K       : (+)
               LK                : 33 cm
               Mata             : Tidak ada infeksi
               Mulut           : Refleks hisap kuat

A     : Diagnosa           : Bayi baru lahir secara Sc dengan  keadaan normal, Berusia 1                               hari keadaan umum baik.
                 
         Dasar : Laju jantung : 117x/i                     Resp : 38 x/i
                                                         BB                : 3500 gr      Anus : (+)
                                                         PB                : 52 cm         kelcong : (-)
                                       Suhu             : 36 °C       Vit K     : (+)
                                       LK                                                    : 33 cm
                                       Mata             : Tidak ada infeksi
                                       Mulut           : Refleks hisap kuat

         Masalah : Tidak ada
         Kebutuhan :  - ASI ekslusif
   - Imunisasi
   - Perawatan BBL


P     :     PERENCANAAN
            - Atur kepala bayi dengan posisi ekstensi
            - Beri rangsangan taktil
               - Lakukan pengisapan lendir pada hidung dan mulut bayi
               - Beri injek Vit K 0,1 ml
               - Jaga kehangatan bayi dengan cara membedong
               - Beri imunisasi HB 0 dengan dosis 0,5 cc
               - Beri penyuluhan ibu mengenai:
                               - Tanda-tanda bahaya pada bayi
                               - Perawatan tali pusat
                               - Pemberian ASI eksklusif

                        PELAKSANAAN
-          Mengatur kepala bayi dengan posisi ekstensi agar jalan nafas terbuka
-          Memberi rangsangan taktil pada dada bayi agar laju jantung bayi normal
-          Melakukan pengisapan lendir pada hidung dan mulut bayi dengan slym zheeger agar jalan nafas tidak tersumbat
-          Memberikan injek Vit K 0,1 ml pukul 03.50 wib agar tidak terjadi perdarahan
-          Menjaga kehangatan bayi dengan cara membedong
-          Memberikan penyuluhan pada ibu mengenai:
-          Tanda-tanda bahaya pada bayi yaitu :
·     Tidak mau menyusu atau memuntahkan semua yang diminum. Dan ini tandanya bayi terkena infeksi berat.
·     Bayi kejang.
·     Bayi lemah. Bergerak jika hanya dipegang. Ini tandanya bayi sakit berat.
·     Sesak nafas 60 kali permenit.
·     Bayi merintih
·     Pusar kemerahan sampai dinding perut. Mata bayi bernanah banyak
·     Demam
·     Bayi diare, mata cekung, tidak sadar.
·     Kulit bayi terlihat kuning.
·     Buang air besar atau kotoran bayi berwarna pucat segera periksakan bayi ke dokter, bidan atau perawat.
- Perawatan tali pusat yaitu dengan cara menjaga kebersihan tali pusat dan membalut dengan kasa betadine.
- Pemberian ASI eksklusif, yaitu ASI yang di berikan selama 6 bulan tanpa makanan tambahan apapun.

                 

EVALUASI
-          Kepala bayi telah di atur dengan posisi setengah ekstensi
-          Rangsangan taktil telah di lakukan
-          Pengisapan lendir dengan slym zheeger telah di lakukan
-          Pemberian Vit K 0,1 ml telah di lakukan pada pukul 12.30 wib
-          Bayi sudah di bedong
-          Pemberian imunisasi HB 0 dengan dosis 0,5 cc telah di lakukan
-          Ibu sudah mengerti tentang tanda-tanda bahaya pada bayi, perawatan tali pusat dan ibu akan memberikan ASI eksklusif

BAB IV
PENUTUP
4.1    KESIMPULAN
Bayi baru lahir perlu mendapatkan penanganan segera untuk mencegah terjadinya kehilangan panas pada tubuh bayi.
Upaya-upaya yang harus dilakukan, yaitu :
»              Keringkan bayi dengan seksama
»              Selimuti bayi dengan selimut atau kain bersih, kering dan hangat
»              Tutupi kepala bayi
»              Anjurkan ibu untuk memeluk dan memberikan ASI kepada bayi
4.2    SARAN
»              Kepada petugas kesehatan agar dapat lebih memberikan pelayanan yang optimal kepada bayi baru lahir.
»              Kepada ibu-ibu yang baru melahirkan bayi agar dapat lebih memperhatikan kesehatannya terutama dalam hal perawatan payudara.


                                                  






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar