Rabu, 17 April 2013

Makalah Puskesmas


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNya sehingga penulis dapat menyelesaikan  makalah yang berjudul “PUSKESMAS” dengan tepat waktu.
Makalah ini diharapkan dapat memenuhi tugas mata kuliah IKM, yang diberikan oleh Dosen Pembimbing Bapak Alchalidi,SKM. Terimakasih kami ucapkan kepada Dosen Pembimbing yang telah membimbing saya dalam membuat makalah ini.
Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu kritik dan saran sangat kami harapkan dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Demikianlah makalah ini kami buat untuk memenuhi kebutuhan akan pengetahuan kita semua. Semoga bermanfaat.
Terimakasih.




                                                                                                      Langsa,    April 2013


                                                                                                                    Penulis


DAFTAR ISI

Kata Pengantar................................................................................................................. i
Daftar Isi......................................................................................................................... ii

BAB I Pendahuluan
A.     Latar Belakang..................................................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah............................................................................................... 3
C.     Tujuan Penulisan................................................................................................. 4

BAB II Pembahasan
A.     Pengertian Puskesmas.......................................................................................... 5
B.     Fungsi Puskesmas................................................................................................ 5
C.     Sejarah Perkembangan Puskesmas....................................................................... 5
D.     Wilayah Kerja Puskesmas.................................................................................... 6
E.      Struktur Organisasi dan Tata Kerja....................................................................... 6
F.      Sistem Rujukan.................................................................................................... 8
G.     Strafikasi Puskesmas............................................................................................ 9
H.     Perencanaan Mikro.............................................................................................. 9
I.        Lokakarya Mini Puskesmas................................................................................. 10
J.       Supervise Puskesmas........................................................................................... 11
K.     Sistem Pencatatan dan Pelayanan Terpadu Puskesmas......................................... 12

BAB III Penutup
A.  Kesimpulan.......................................................................................................... 13
B.   Saran.................................................................................................................... 13

Daftar Pustaka................................................................................................................. 14

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
                        Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan bagian integral daripelayanan kesehatan.Setiap dekade fungsi puskesmas terus berkembang yang semulasebagai tempat untuk pengobatan penyakit dan luka-luka kini berkembang kearahkesatuan upaya pelayanan untuk seluruh masyarakat yang mencakup aspek promotif,preventif, kuratif dan rehabilitatif.
                        Pusat Kesehatan Masyarakat adalah satu kesatuan organisasi fungsionil yanglangsung memberikan pelayanan secara menyeluruh kepada masyarakat dalam suatuwilayah kerja tertentu dalam bentuk usaha-usaha kesehatan pokok (Azwar, 1999)
                        Di Indonesia Pusat Kesehatan Masyarakat merupakan tulang punggung pelayanankesehatan tingkat pertama dengan wilayah kerja tingkat kecamatan atau pada suatudaerah dengan jumlah penduduk 30.000 - 50.000 jiwa (Entjang, 2000).Puskesmas adalahsalah satu alternatif utama dalam pemilihan pelayanan kesehatan, tetapi sampai saat inipemanfaatan pelayanan puskesmas masih rendah.
                        Menurut Depkes RI (2004a) upaya kesehatan di Indonesia belum terselenggarasecara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan.Jumlah sarana dan prasaranakesehatan masih rendah tercatat jumlah Puskesmas untuk seluruh Indonesia sebanyak7.237 unit, Puskesmas Pembantu (Pustu) 21.267 unit, Puskesmas Keliling (Pusling) 6.392unit.Penyebaran sarana dan prasarana kesehatan belum merata.Rasio sarana danprasarana kesehatan terhadap jumlah penduduk diluar pulau jawa lebih baik dibandingkandengan pulau jawa hanya saja keadaan transportasi diluar pulau jawa lebih baikdibandingkan dengan pulau jawa.
                        Meskipun sarana pelayanan kesehatan dasar milik pemerintah seperti Puskesmastelah terdapat disemua kecamatan dan ditunjang paling sedikit oleh tiga puskesmaspembantu, namun upaya kesehatan belum dapat dijangkau oleh masyarakat.Indonesiamasih menghadapi permasalahan pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan,diperkirakan hanya 30% penduduk yang memanfaatkan pelayanan Puskesmas danPuskesmas Pembantu (Depkes RI, 2004a).
                       



                        Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (2007) menunjukkan sekitar33% penduduk yang sakit berobat ke Puskesmas, sedangkan layanan kesehatan lain yangdituju adalah praktik dokter, poliklinik dan rumah sakit swasta. Rendahnya pemanfaatanpelayanan Puskesmas tersebut mungkin dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranyaadalah umur, pengetahuan, status pendidikan, ekonomi, jarak, waktu tempuh, perilakupetugas kesehatan, kebutuhan kesehatan dan stigma atau pengaruh luar terhadappelayanan Puskesmas.
                        Menurut Wibowo (2010) stigma adalah ciri negatif yang menempel pada pribadiseseorang karena pengaruh lingkungannya, Sedangkan stigma pelayanan kesehatanadalah anggapan buruk/negatif yang diterima oleh individu terkait hal yang berhubungandengan pelayanan kesehatan khususnya Puskesmas.Sampai saat ini belum ada penelitianyang meneliti tentang hubungan antara stigma dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan.
                        Menurut Abbas dan Kristiani (2006) faktor biaya menjadi alasan masyarakat tidakmemanfaatkan pelayanan bidan didesa.Syafriadi, Kusnanto dan Lazuardi (2008)menyebutkan bahwa faktor keterpencilan, sulit dan mahalnya transportasi merupakanhambatan untuk menjangkau sarana kesehatan.Nurcahyani (2000) menyimpulkan adahubungan antara biaya berobat, biaya transportasi, jarak dan lama waktu terhadappemanfaatan pelayanan.
                        Studi kualitatif Elemita dan Hasanbasri (2006) menyimpulkan bahwa pemakaianrawat inap di Puskesmas Sipayung Rengat menunjukan masyarakat lebih banyak memilihperawatan di tempat lain. Bagi masyarakat Sipayung Rengat ada 4 alternatif perawatanyang dapat diambil di luar Puskesmas Sipayung Rengat yaitu pelayanan di RSUDIndragiri Hulu, Rumah sakit di ibu kota provinsi, Puskesmas lain dan perawatan melaluidokter dan praktek swasta. Masyarakat memilih Puskesmas Sipayung Rengat sebagaitempat layanan karena merupakan salah satu sarana pelayanan yang mudah dijangkau. Disamping memperhatikan faktor jarak dan transportasi juga ada pertimbangan lain yaitusegera mendapatkan pertolongan. Puskesmas akan membuat rujukan jika tidak dapatmenangani pasien dan memberikan layanan transportasi berupa ambulan.
                        Berdasarkan Profil Kesehatan Banyumas dari tahun 2004-2007, empatPuskesmasyang memiliki angka pemanfaatan terendah adalah Puskesmas Lumbir, Puskesmas IIWangon, Puskesmas Rawalo, dan Puskesmas II Tambak.
                        Berdasarkan Profil Kesehatan Kabupaten Banyumas (2008) Penduduk yangmenggunakan sarana Pelayanan kesehatan Puskesmas pada tahun 2008 sejumlah 803.172orang atau sebesar 51,10 % dari Jumlah penduduk Kabupaten Banyumas. Jumlahkunjungan tersebut menyebar di 39 Puskesmas, baik di Puskesmas rawat jalan maupunrawat inap, akan tetapi jumlah tersebut belum menggambarkan kondisi yang Sebenarnyamengingat dari sumber profil Puskesmas banyak Puskesmas yang tidak menyampaikanjumlah kunjungannya, maka dari itu penelitian ini menggunakan informasi yang penelitiperoleh dari Profil Kesehatan Kabupaten Banyumas 2007.
                        Berdasarkan Profil Kesehatan Kabupaten Banyumas (2007) Banyumas merupakansalah satu dari 29 kabupaten di Jawa tengah yang memiliki jumlah penduduk 1.571.614jiwa dengan kepadatan 1.184 /km2 terdiri dari 437.086 rumah tangga dengan rata rata 3,6jiwa/rumah tangga. Dalam hal pelayanan kesehatan Kabupaten Banyumas memiliki 39Puskesmas, 15 Rumah Sakit serta pelayanan kesehatan lain. Penduduk yangmenggunakan sarana pelayanan kesehatan di Puskesmas tahun 2007 (kunjungan baru)sejumlah 218.420 orang atau sebesar 14,07% dari jumlah penduduk kabupaten
                        Banyumas, dibanding tahun 2006 (21,96%) turun sebesar 7,89%. Jumlah Kunjungantersebut menyebar di 39 Puskesmas, baik di Puskesmas rawat jalan maupun rawat inap.Puskesmas dengan jumlah kunjungan tertinggi adalah Puskesmas Purwokerto Barat yaitusebanyak 43.669 orang, sedangkan Puskesmas dengan kunjungan terendah adalahPuskesmas II Tambak yaitu sebesar 1.885 orang, kunjungan Puskesmas tersebut terdiridari rawat jalan dan rawat inap, maka dari itu peneliti tertarik untuk meneliti “FaktorfaktorPemanfaatan Pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) II TambakBanyumas”

B.     Rumusan Masalah
1)      Apakah pengertian puskesmas ?
2)      Apakah fungsi dari puskesmas ?
3)      Bagaimanakah sejarah puskesmas ?
4)      Dimanakah wilayah kerja puskesmas ?
5)      Bagaimana struktur organisasi dan tata kerja puskemas ?
6)      Bagaimana sistem rujukan puskesmas ?
7)      Bagaimana strafikasi puskesmas ?
8)      Bagaimana perncanaan mikro puskesmas ?
9)      Bagaimana lokakarya mini di puskesmas ?
10)  Bagaimana suvervise puskesmas ?
11)  Bagaimana sistem pencatatan dan pelayanan terpadu puskesmas ?

C.    Tujuan penulis
1)      Mengetahui pengertian puskesmas.
2)      Mengetahui fungsi dari puskesmas.
3)      Mengetahui sejarah puskesmas.
4)      Mengetahui  wilayah kerja puskesmas.
5)      Mengetahui  struktur organisasi dan tata kerja puskemas.
6)      Mengetahui  sistem rujukan puskesmas.
7)      Mengetahui  strafikasi puskesmas.
8)      Mengetahui perencanaan mikro puskesmas.
9)      Mengetahui  lokakarya mini di puskesmas.
10)  Mengetahui  suvervise puskesmas.
11)  Mengetahui  sistem pencatatan dan pelayanan terpadu puskesmas.














BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Puskesmas
Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yangbertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja.

B.     Fungsi Puskesmas
1)      Puskesmas merupakan pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan
2)      Puskesmas merupakan pusat pemberdayaan masyarakat
3)      Puskesmas merupakan pusat pelayanan kesehatan strata pertama, yang terdiri atas         pelayanan kesehatan individu dan pelayanan kesehatan masyarakat.

C.    Sejarah Perkembangan Puskesmas
                        Sejarah dan perkembangan puskesmas di Indonesia mulai dari didirikannya berbagai institusi kesehatan seperti balai pengobatan, balai kesejahteraan ibu dan anak, serta diselenggarakannya berbagai upaya-upaya kesehatan seperti usaha hygiene dan sanitasi lingkungan yang masing-masinh berjalan sendiri-sendiri. Pada pertemuan Bandung Plan (1951) dr. J. Leimena mencetuskan pemikiran mengintegrasikan berbagai institusi dan upaya tersebut dibawah satu pimpinan agar lebih efektif dan efisien.
                        Konsep ini kemudian diadopsi oleh WHO. Konsep pelayanan yang terintegrasi lebih berkembang dengan pembentukan team work dan team approach dalam pelayanan kesehatan (1956). Gagasan ini dirumuskan sebagai konsep pengembangan sistem pelayanan kesehatan tingkat primer dengan membentuk unit-unit organisasi fungsional dari Dinas Kesehatan Kabupaten di setiap kecamatan yang mulai dikembangkan sejak tahun 1969/1970.Penggunaan istilah puskesmas pertama kali dimuat pada Master Plan of Operation for Strenghtening National Health Service in Indonesia Tahun 1969. Dalam dokumen tersebut disebutkan puskesmas terdiri atas 3 tipe puskemas (tipe A, tipe B, tipe Kemudian dalam Rapat Kerja Kesehatan Nasional ke III tahun 1970 menetapkan hanya ada satu tipe puskesmas dengan 6 kegiatan pokok. Perkembangan selanjutnya lebih mengarah pada penambahan kegiatan pokok seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kemampuan pemerintah serta keinginan program ditingkat pusat, sehingga kegiatan berkembang menjadi 18 kegiatan pokok, bahkan DKI Jakarta mengembangkan menjadi 21 kegiatan pokok.

D.    Wilayah Kerja Puskesmas
                        Secara nasional, standar wilayah kerja puskesmas adalah satu kecamatan, tetapi apabila di satu kecamatan terdapat lebih dari satu puskesmas, maka tanggung jawab wilayah kerja dibagi antar puskesmas dengan memperhatikan keutuhan konsep wilayah (desa/kelurahan atau RW).Masing-masing puskesmas tersebut secara operasional bertanggung jawab langsung kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

E.     Struktur Organisasi dan Tata Kerja
                        Struktur organisasi puskesmas tergantung dari kegiatan dan beban masing – masing puskesmas. Penyusunan struktur organisasi puskesmas di satu kabupaten/kota dilakukan oleh dinas kesehatan kabupaten/kota, sedangkan penetapannya dilakukan dengan peraturan daerah.

Sebagai acuan dapat dipergunakan pola struktur organisasi puskesmas sebagai berikut:
1)      Kepala puskesmas
2)      Wakil Kepala (disesuaikan beban kerja dan  kebutuhan puskesmas dan yang menetapkan ada atau tidak adalah Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota).
3)      Unit tata usaha
Unit tata usaha yang bertanggung jawab membantu kepala puskesmas dalam pengelolaan :
a)      Data dan informasi
b)      Perencanaan dan penilaian
c)      Keuangan
d)      
e)      Umum dan kepegawaian

Unit pelaksana teknis fungsional puskesmas:
a)      Upaya kesehatan masyarakat termasuk pembinaan terhadap UKBM
b)      Upaya kesehatan perorangan


Jaringan pelayanan puskesmas :
a)      Unit puskesmas pembantu
b)      Unit puskesmas keliling
c)      Unit bidan di Desa/Komunitas

Tugas Struktur Organisasi Puskesmas
1.      Kepala Puskesmas
Bertugas memimpin, mengawasi dan mengkoordinasikan kegiatan puskesmas yang dapat dilakukan dalam jabatan structural, dan jabatan fungsional.
2.      Kepala urusan tata usaha
Bertugas dibidang kepegawaian, keuangan perlengkapan dan surat menyurat serta pencatatan dan pelaporan.
3.      Unit I
Bertugas melaksanakan kegiatan kesejahteraan ibu dan anak, keluarga berencana dan perbaikan gizi.
4.      Unit II
Melaksanakan kegiatan pencegahan dan pemberantasan penyakit menular khususnya imunisasi, kesehatan lingkungan dan laboratorium sederhana.
5.      Unit III
Melaksanakan kegiatan kesehatan gigi dan mulut, kesehatan tenaga kerja dan manula.
6.      U
7.      nit IV
Melaksanakan kegiatan perawatan kesehatan masyarakat, kesehatan sekolah dan olahraga, kesehatan jiwa, kesehatan mata dan kesehatan khusus lainnya.
8.      Unit V
Melaksanakan kegiatan pembinaan dan pengembangan upaya masyarakat dan penyuluhan kesehatan masyarakat, kesehatan remaja dan dana sehat.
9.      Unit VI
Melaksanakan kegiatan pengobatan rawat jalan dan rawat inap
10.  Unit VII
Melaksanakan kegiatan kefarmasian.


Tata Kerja Puskesmas
Tata kerja koordinasi fungsional, adalah sebagai berikut:
a)      Antara Puskesmas dengan RSU dalam bidang pelayanan medic
b)      Antara Puskesmas dengan Camat dan Badan Penyantun Puskesmas dalam bidang pembangunan kesehatan di wilayah Kecamatan.

F.     Sistem Rujukan
a.       Pengertian
                        Seperti yang telah dirumuskan dalam SK Menteri Kesehatan Nomor 23 Tahun 1972 tentang Sistem Rujukan adalah suatu system penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang melaksanakan pelimpahan tanggungjawab timbal balik terhadap suatu kasus penyakit atau masalah kesehatan secara vertikal dalam arti dari unit yang berkemampuan kurang kepada unit yang lebih mampu atau secara horizontal dalam arti antar unit-unit yang setingkat kemampuannya.

b.      Jalur Rujukan Kesehatan
Rujukan Pelayanan Medis :
1)      Antara masyarakat dengan puskesmas
2)      Antara Puskesmas Pembantu/Bidan di Desa dengan Puskesmas
3)      Intern antara petugas Puskesmas/Puskesmas Rawat Inap
4)      Antara Puskesmas dengan Rumah Sakit, Laboratorium atau fasilitas pelayanan lainnya.

c.       Rujukan Pelayanan Kesehatan :
1)      Dari Puskesmas ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
2)      Dari Puskesmas ke instansi lain yang lebih kompeten baik intrasektoral    maupun lintas sektoral.
3)      Jika rujukan di Kabupaten/Kota masih belum mampu menanggulangi, dapat diteruskan ke Provinsi/Pusat.



G.    Strafikasi Puskesmas
1.      Pengertian
           Adalah upaya untuk melakukan penilaian prestasi kerja puskesmas, dalam rangka perkembangan fungsi puskesmas sehingga dalam rangka fungsi  puskesmas dapat dilaksanakan lebih terarah.

2.      Tujuan
a)      Mendapatkan gambaran secara menyeluruh perkembangan puskesmas dalam rangka mawas diri
b)      Mendapatkan masukan untuk perencanaan puskesmas dalam waktu mendatang
c)      Mendapatkan informasi tentang masalah dan hambatan pelaksanaan puskesmas sebagai masukan untuk pembinaan lebih lanjut

3.      Pengelompokan Stratifikasi
Pengelompokan Strata dibagi menjadi 3
a)      Strata I Puskesmas dengan Prestasi kerja Baik (warna hijau)
b)      Strata II Puskesmas dengan Prestasi kerja Cukup (warna kuning)
c)      Strata III Puskesmas dengan Prestasi kerja Kurang(warna merah)

4.      Sasaran dari stratifikasi puskesmas adalah :
a)      Puskesmas tingkat kecamatan
b)      Puskesmas tingkat Kelurahan ( puskesmas pembantu )
c)      Unit-unit kesehatan lain
d)     Pembinaan peran serta masyarakat

H.    Perencanaan Mikro
1.      Pengertian
            Perencanaan micro tingkat puskesmas adalah penyusunan rencana tingkat puskesmas untuk 5 tahun, termasuk rincian tiap tahunnya.
2.      Tujuan Umum
           Meningkatkan cakupan pelayanan program prioritas sesuai dengan masalah yang dihadapi puskesmas sehingga meningkatkan fungsi puskesmas.

3.      Tujuan Khusus
a)      Tersusunnya rencana kerja puskesmas untuk jangka waktu 5 tahun secara tertulis.
b)      Tersusunnya rencana kerja tahunan puskesmas, sebagai penjabaran rencana kerja 5 tahunan.

4.      Langkah dalam penyusunan
a)      Identifikasi keadaan dan masalah
b)      Penyusunan Rencana

5.      Perencanaan yang disusun berdasarkan preoritas masalah yang disusun secara sistematis.
a)      Penyusunan Rencana Pelaksanaan ( Plan of Action )
b)      Penulisan dokumen
1)      Pendahuluan
2)      Keadaan dan masalah
3)      Tujuan dan sasaran
4)      Pokok kegiatan dan pentahapan
5)      Kebutuhan sumber daya
6)      Pemantauan dan penilaian
7)      Penutup

I.       Lokakarya Mini Puskesmas
1.      Definisi
            Upaya untuk menggalang kerjasama tim untuk penggerakan dan pelaksanaan upaya kesehatan puskesmas sesuai dengan rencana yang telah disusun dari tiap-tiap upaya kesehatan pokok puskesmas, sehingga dapat dihindarkan terjadinya tumpang tindih dalam pelaksanaan kegiatannya.

2.      Tujuan Umum
            Meningkatkan kemampuan tenaga puskesmas bekerja sama dengan tim dan membina kerjasama lintas program dan lintas sektoral.


3.      Tujuan Khusus
a)      Terlaksananya kerjasama tim lintas program
b)      Terlaksananya kerjasama lintas sektoran dalam rangka pembinaan PSM
c)      Terlaksananya rapat kerja bulanan
d)     Terlaksananya rapat kerja triwulan dan pembinaan kerjasama lintas Sektoral

4.      Ruang lingkup
a)      Menggalang kerjasama tim dari masing-masing anggota
b)      Meningkatkan kebanggaan dan semangat membela keberhasilan tim

5.      Komponen
a)      Penggalangan kerjasama dalam tim puskesmas
b)      Penggalangan kerjasama lintas sektoral
c)      Rapat kerja bulanan puskesmas
d)     Rapat kerja triwulan lintas sektoral

J.      Supervise Puskesmas
1.      Pengertian
            Upaya pengarahan dengan cara mendengar alasan dan keluhan-keluhan tentang masalah dalam pelaksanaan dan memberikan petunjuk serta saran-saran dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi pelaksana, sehingga meningkatkan daya guna dan hasil guna serta kemampuan pelaksana dalam melaksanakan upaya kesehatan puskesmas.
2.      Tujuan Umum
Terselenggaranya upaya kesehatan puskesmas secara berhasil guna dan berdayaguna.

3.      Tujuan Khusus
            Terselenggaranya program upaya kesehatan puskesmas sesuai dengan pedoman     pelaksanaan
a)      Kekeliruan dan penyimpangan dapat diluruskan
b)      Meningkatkan mutu pelayanan
c)      Meningkatkan hasil pencapaian puskesmas
d)     Meningkatkan hasil pencapaian pelayanan puskesmas


K.    Sistem Pencatatan dan Pelayanan Terpadu Puskesmas
1.      Pengertian
adalah tata cara pencatatan dan pelaporan yang lengkap untuk pengelolaan puskesmas, meliputi keadaan fisik, tenaga sarana dan kegiatan pokok yang dilakukan serta hasil yang dicapai oleh puskesmas.

2.      Tujuan   :
a)      Tersedianya data yang meliputi keadaan fisik, tenaga, sarana dan kegiatan pokok puskesmas secara akurat tepat waktu dan mutakhir
b)      Terlaksananya pelaporan data-data secara teratur di berbagai jenjang administrasi sesuai dengan peraturan  yang berlaku
c)      Dipergunakan data tersebut untuk pengambilan keputusan dalam rangka pengelolaan program kesehatan masyarakat melalui puskesmas diperbagai tingkat administrasi

3.      Ruang Lingkup
a)      SP2TP dilakukan oleh semua puskesmas termasuk puskesmas Pembantu dan Puskesmas Keliling.
b)      Pencatatan dan pelaporan mencakup :
1)      Data umum dan demografi wilayah kerja puskesmas
2)      Data ketenagaan di puskesmas
3)      Data Sarana yang dimiliki puskesmas
4)      Data kegiatan pokok puskesmas (18 upaya pokok) baik didalam gedung maupun diluar gedung.

4.      Pelaporan dilakukan secara periodik (bulanan,tribulanan,semester dan tahunan)




BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Puskesmas dan Pustu sangat berperan penting dalam meningkatkan akses peningkatan pelayanan kesehatan yang merata, seperti pusat pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan kelarga dan masyarakat, pusat pelayanan kesehatan strata pertama yang meliputi; pelayanan kesehatan perorangan (private goods) dan pelayanan kesehatan masyarakat (public goods).
  Pelayanan kesehatan yang diberikan Puskesmas adalah pelayanan kesehatan menyeluruh yang meliputi Kuratif (pengobatan), Preventif (upaya pencegahan), promotif (peningkatan kesehatan), dan Rehabilitatif (pemulihan kesehatan).

B.  Saran
Melihat dari sisi pelayanan kesehatan masyarakat utamanya dalam pelayanan di pustu penulis menyarankan agar peningkatan mutu pelayanan kesehatan khususnya tenaga medis agar dapat menyeluruh ke pelosok daerah yang terpencil, sehingga pelayanan kesehatan masyarakat merata. Dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi teman-teman maupun pembaca




DAFTAR  PUSTAKA


Adisasmito Wiku. 2007. Sistem Kesehatan . Jakarta: PT
       RajaGrafindo Persada.
Departemen Kesehatan RI. 2005. Rencana Strategis Departemen
      Kesehatan 2005-2009. Jakarta.
Departemen Kesehatan RI. 2005. Profil Kesehatan Indonesia 2003
     Menuju Indonesia Sehat 2010.Jakarta.
























Tidak ada komentar:

Poskan Komentar