Selasa, 12 Februari 2013

Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Ny.R Post Partus Spontan Dengan Indikasi Anemia Di Ruang Nifas RSUD Langsa

BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar belakang
Masa nifas adalah masa dua jam setelah lahirnya plasenta sampai enam minggu berikutnya. Istilah yang tepat digunakan dalam rangka pengawasan post partum anatara 2-6 jam, 2 jam-6 hari, 2 jam-6 minggu ( atau boleh juga disebut 6 jam, 6hari, 6 minggu).
Komplikasi pada masa nifas diantaranya infeksi puerperal, perdarahan yang disebabkan karena banyaknya pembuluh darah yang terputus dan terbuka, atonia uteri, perdarahan pada plasenta,  luka kandung kemih, emboli dan kemungkinan rupture uteri. Nifas tidak hanya masalah fisik tetapi juga terkait dengan masalah psikososial seperti cemas, gangguan body image dan proses penerimaann
Bidan merupakan salah satu tenaga kesehatan yang berada di garis depan, oleh karena itu bidan dituntut untuk lebih professional dalam melaksanakan asuhan kebidanan terutama asuhan kebidanan dalam masa nifas ini. Asuhan kebidanan harus secara komprehensif meliputu: promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif serta memenuhi kebutuhan klien, sehingga masalah yang dialami klien dalam masa nifas dapat teratasi tanpa menimbulkan komplikasi
Anemia merupakan masalah kesehatan yang berperan dalam penyebab tingginya angka kematian ibu, angka kematian bayi serta rendahnya produktivitas kerja, prestasi olahraga dan kemampuan belajar. Oleh karena itu, penanggulangan anemia menjadi salah satu program potensial untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, yang telah dilaksanakan pemerintah sejak Pembangunan Jangka Panjang I (Depkes, 1996).
Pada saat ini angka kematian ibu dan angka kematian perinatal di Indonesia masih sangat tinggi. Menurut Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (1994) angka kematian ibu adalah 390 per 100.000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Perinatal adalah 40 per 1.000 kelahiran hidup. Jika dibandingkan dengan negara-negara lain maka angka kematian ibu di Indonesia adalah 15 kali Angka Kematian Ibu di Malaysia, 10 kali lebih tinggi daripada Thailand, atau 5 kali lebih tinggi dari pada Philipina (Depkes, 2002).

B.   Rumusan masalah
1.    Bagaimanakah konsep masa nifas ?
·         Apa pengertian masa nifas ?
·         Bagaimana periode masa nifas ?
·         Bagaimana perubahan fisiologis masa nifas ?

2.    Bagaimanakah konsep anemia ?
·         Apa pengertian anemia ?
·         Apa etiologi anemia ?
·         Apa patofisiologi anemia ?
·         Bagaiman gambaran klinis anemia ?
·         Apa tanda – tanda anemia ?
·         Bagaimana pencegahan anemia ?
·         Bagaimana penanganan anemia ?
3.    Apa pengaruh anemia pada ibu nifas ?

C.   Tujuan
1.    Untuk mengetahui konsep masa nifas
·         Pengertian masa nifas
·         Periode masa nifas
·         Perubahan fisiologis masa nifas

2.    Untuk mengetahui konsep anemia
·         Pengertian anemia
·         Etiologi anemia
·         Patofisiologi anemia
·         Gambaran klinis anemia
·         Tanda – tanda anemia
·         Pencegahan anemia
·         Penanganan anemia
3.    Untuk mengetahui pengaruh anemia pada ibu nifas

D.   Manfaat
·         Manfaat Bagi Masyarakat.

Mengingatkan kesadaran terhadap perlunya pengetahuan mengenai tanda-tanda bahaya dan usaha penanggulangan sehingga diharapkan dapat di cegah secara dini.

·         Manfaat Bagi Mahasiswa

Merupakan sarana untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapat untuk mendapatkan pengalaman nyata.
BAB II
LANDASAN TEORI

A.   NIFAS

1.    Pengertian
·         Nifas adalah masa pulihnya kembali dari masa persalinan selesai sampai alat-alat kandungan kembali seperti pra hamil (Mochtar, 1998:115).
·         Masa nifas mulai setelah partus selesai dan berakhir setelah kira-kira 6 minggu (Wiknjosastro, 2007: 237).

2.    Periode Nifas
·         Puerperium dini
Kepulihan dimana ibu diperbolehkan berdiri dan berjalan-jalan. Dianggap bersih dan boleh bekerja (setelah 40 hari)
·         Puerperium intermedial
Kepulihan menyeluruh alat-alat kandungan/genital lamanya 6-8 minggu
·         Remote puerperium
Waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna yaiut bila selama hamil atau waktu bersalin mempunyai komplikasi ( bias berminggu-minggu, bulanan atau tahunan) (Mochtar, 1998: 115)

3.    Perubahan Fisiologis Masa Nifas
a.    Involusi Uterus
      Involusi atau pengerutan uterus merupakan suatu proses dimana uterus kembali ke kondisi sebelum hamil dengan berat sekitar 60 gram. Proses ini dimulai segera setelah plasenta lahir akibat kontraksi otot-otot polos uterus (Ambarwati, 2010).

Involusi
Tinggi Fundus Uteri
Berat uterus
Bayi lahir
Uri lahir
1 minggu
2 minggu
6 minggu
8 minggu
Setinggi pusat
2 jari bawah pusat
Pertengahan pusat-symfisis
Tidak teraba di atas symfisis
Bertambah kecil
Sebesar normal
1000 gr
750  gr
500 gr
350 gr
50 gr
30 gr

b.    Lochea
Proses keluarnya darah nifas atau lochea terdiri atas 4 tahapan, yaitu:
a)    Lochea Rubra/Merah (Kruenta)
Lochea ini muncul pada hari ke 1 sampai hari ke 4 masa postpartum. Cairan yang keluar berwarna merah karena berisi darah segar, jaringan sisa-sisa plasenta, dinding rahim, lemak bayi, lanugo (rambut bayi), dan mekonium.
b)    Lochea Sanguinolenta
Cairan yang keluar berwarna merah kecoklatan dan berlendir. Berlangsung dari hari ke 4 sampai hari ke 7 postpartum.
c)    Lochea Serosa
Lochea ini berwarna kuning kecoklatan karena mengandung serum, leukosit dan robekan/laserasi plasenta. Muncul pada hari ke 7 sampai hari ke 14 postpartum.
d)    Lochea Alba/Putih
Mengandung leukosit, sel desidua,  sel epitel, selaput lendir serviks dan serabut jaringan yang mati. Lochea alba bisa berlangsung selama 2-6 minggu postpartum.
(Ambarwati, 2010).
c.    Serviks
Serviks mengalami involusi bersama-sama dengan uterus. Warna serviks sendiri merah kehitam-hitaman karena pembuluh darah. Konsistensinya lunak, kadang-kadang terdapat laserasi/perlukaan kecil. Karena robekan kecil yang terjadi selama dilatasi, serviks tidak pernah kembali pada keadaan sebelum hamil.
d.    Vulva dan Vagina
            Vulva dan vagina mengalami penekanan serta peregangan yang sangat besar selama proses persalinan dan akan kembali secara bertahap dalam 6-8 minggu postpartum. Penurunan hormon estrogen pada masa postpartum berperan dalam penipisan mukosa vagina dan hilangnya rugae. Rugae akan terlihat kembali pada sekitar minggu ke 4 (Ambarwati, 2010).


B.   ANEMIA

1.    Pengertian
·         Adalah suatu keadaan dimana seseorang ibu sehabis melahirkan sampai dengan kira-kira 5 minggu dalam kondisi pucat, lemah dan kurang bertenaga (www.bidanblog.co.id).
·         Anemia adalah suatu keadaan dimana kadar Hb dan atau hitung eritrosit lebih rendah dari harga normal. Dikatakan sebagai anemia bila Hb < 14 g/dl dan Ht < 41 % pada pria atau Hb < 12 g/dl dan Ht < 37 % pada wanita. Memungkinkan terjadinya penurunan kuantitas hemoglobin, penurunan komponen eritrosit (Rustam, 1998 : 298).
·         Anemia adalah suatu keadaan dimana seseorang ibu sehabis melahirkan sampai dengan kira-kira 5 minggu dalam kondisi pucat, lemah dan kurang bertenaga (Sarwono, 2000 : 188-189).

2.    Etiologi
·         Adanya perdarahan sewaktu / sehabis melahirkan.
·         Adanya anemia sejak dalam kehamilan yang disebabkan oleh factor nutrisi dan hipervolemi.
·         Adanya gangguan pembekuan darah.
·         Kurangnya intake zat besi ke dalam tubuh

3.    Patofisiologi
·         Perdarahan sehingga kekurangan banyak unsur zat besi
·         Kebutuhan zat besi meningkat, dengan adanya perdarahan, gemeli, multiparitas, makin tuanya kehamilan
·         Absorbsi tidak normal / saluran cerna terganggu, misal defisiensi vitamin C  sehingga absorbsi Fe terganggu.
·         Intake kurang misalnya kualitas menu jelek atau muntah terus.

4.    Gambaran Klinis
·         Anemia ringan Hb   : 8 – 10gr%
·         Anemia sedang Hb : 6 – 8 gr%
·         Anemia berat Hb      : Kurang dari 6 gr%

5.    Tanda – Tanda Anemia
·         Lesu, lemah , letih, lelah, lunglai (5L).
·         Sering mengeluh pusing dan mata berkunang-kunang, dan konjungtiva pucat.
·         Gejala lebih lanjut adalah kelopak mata, bibir, lidah, kulit dan telapak tangan  menjadi pucat.
·         Nyeri tulang, pada kasus yang lebih parah, anemia menyebabkan tachikardi, dan pingsan.

6.    Pencegahan
Banyak jenis anemia tidak dapat dicegah. Namun, Anda dapat membantu menghindari anemia kekurangan zat besi dan anemia kekurangan vitamin dengan makan yang sehat, variasi makanan, termasuk:
·         Besi. Sumber terbaik zat besi adalah daging sapi dan daging lainnya. Makanan lain yang kaya zat besi, termasuk kacang-kacangan, lentil, sereal kaya zat besi, sayuran berdaun hijau tua, buah kering, selai kacang.
·         Folat dapat ditemukan di jus jeruk dan buah-buahan, pisang, sayuran berdaun hijau tua, kacang polong ,roti, sereal dan pasta.
·         Vitamin B-12. Vitamin ini banyak dalam daging dan produk susu.
·         Vitamin C. Makanan yang mengandung vitamin C, seperti jeruk, melon dan beri, membantu meningkatkan penyerapan zat besi.
 Makan banyak makanan yang mengandung zat besi sangat penting bagi orang-orang yang memiliki kebutuhan besi yang tinggi, seperti anak-anak - besi yang diperlukan selama ledakan pertumbuhan - dan perempuan hamil dan menstruasi.

7.    Penanganan
Pada anemia ringan, bisa diberikan sulfas ferosis 3 x 100 mg/hari dikombinasi dengan asam folat / B12 : 15 –30 mg/hari. Pemberian vitamin C untuk membantu penyerapan. Bila anemi berat dengan Hb kurang dari 6 gr % perlu tranfusi disamping obat-obatan diatas.

C.   PENGARUH ANEMIA PADA IBU NIFAS
Pengaruh anemia pada ibu nifas adalah terjadinya subvolusi uteri yang dapat menimbulkan perdarahan post partum, memudahkan infeksi puerperium, pengeluaran ASI berkurang dan mudah terjadi infeksi mamae (Prawirohardjo, 2005). Praktik ASI tidak eksklusif diperkirakan menjadi salah satu prediktor kejadian anemia setelah melahirkan (Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat, 2008).




BAB III
TINJAUAN KASUS
FORMAT PENGKAJIAN PADA IBU NIFAS

A.   IDENTITAS / BIODATA
Nama                               :  Ny. R                 Nama Suami           :  Tn. H
U m u r                             :  35 Thn               U m u r                     :  42 Thn
Suku/Kebangsaan        :  Aceh/Indo         Suku/Kebangsaan :  Aceh/Indo
Agama                             :  Islam                  Agama                      :  Islam
Pendidikan                     :  SD                      Pendidikan              :  SD
Pekerjaan                       :  IRT                     Pekerjaan                : Petani
Alamat Rumah              :  G.Payong         Alamat Rumah       : G.Payong
Telp.                                 :  -                          Telp.                          :  -
Alamat Kantor                :  -                          Alamat Kantor         :  -
Telp.                                 :  -                          Telp.                          :  -

B.   ANAMNESA (DATA SUBJEKTIF)
1.    Alasan masuk                                  :  os datang dengan keluhan ingin melahirkan
                                                    
2.    Riwayat Persalinan             : 
-       Tempat melahirkan      :  RSUD ditolong oleh  :  Bidan
Ibu
-       jenis persalinan :                 spontan,belakang kepala :
lain-lain  :
-       komplokasi atau kelainan dalam persalinan     :  tidak ada
partus lama ………………  Jam/menit
-       plasenta :                               spontan         : 
dilahirkan dengan tangan indikasi
lengkap
sisa plasenta            : tidak ada
ukuran = 17 cm     berat = 500 gram
kelainan        : tidak ada
-       tali pusat panjang    :  50 cm
kelainan                    :  tidak ada
-       perineum :                             Utuh                            :  ya,
Robekan tingkat       : tidak ada
Episiotomi                 : tidak ada
Anestesi                    : tidak ada
Jahitan dengan        : tidak ada

-       Pendarahan :  Kala I ……40…….ml        Kala II………50…………ml
Kala III………75……ml    Kala IV………50………..ml
Selama operasi : …………-………….ml       
-       Tindakan lain :
Infus cairan : Rl 20 tts / i                 Transfusi golongan darah : -
Catatan waktu :
Kala I  :                       5          jam     30        menit
Kala II :                       -           jam     10        menit
Dipimpin meneran.             Jam    10        menit
Kala III :                      -           jam     15        menit
Ketuban pecah :      2          jam    10        menit 
(spontan / amniotomi) spontan waktu PD
Bayi
Lahir         :  Spontan      Pukul             :  05.45 Wib
BB             :  3100 gr        PB       :  50 cm
Nilai  Apgar          :  8
Cacan bawaan   :  tidak ada
Masa gestasi       :  36 minggu
Komplikasi          :  -        K .I      : tidak ada
                                          K. II     : tidak ada
Air ketuban banyaknya            : 500 cc
Keadaan                                      : jernih
3.    Riwayat Post Partum
1.    Keadaan Umum                        :  Baik
2.    Keadaan emosional                  :  Stabil
3.    Tanda vital                                  :  Denyut nadi           : 80 x/m
   TD                            : 120/90
   RR                           :  24 x/m
   Suhu                       :  36.5oC
4.    Payudara                                        Pengeluran                       :  Sudah keluar ASI
               Bentuk                    :  Simetris
               Puting susu           :  Menonjol
5.    Uterus
Tinggi fundus uteri :  2 jari dibawah pusat  Kontraksi uterus        : baik
Konsistensi Uterus :  keras                          Posisi Uterus    : normal
6.    Pengeluaran lokea warna : Merah               Jumlah                        : ± 150 cc
Bau                                     :  Khas                   Konsitensi                   : kental
7.    Perineum            : Utuh
8.    Kandung kemih : Kosong
9.    Ekstremitas         : Oedema : Tidak ada       refleks : ( + )    kemerahan : …….

C.   UJI DIAGNOSTIK
Pemeriksaan laboratorium (* jika ada indikasi albumin) :
* Keton                 :  …………………-…………………………………………....
haemoglobin      :  ………7.6 g %…………………golongan darah : ……O…..…





PENDOKUMENTASIAN SOAP

S : Ny R berusia 35 tahun mengatakan ini hari pertama masa nifas , ibu merasa lemas                             
     dan pusing
O : TD             : 120 / 90 mmHg
      Pols          : 80 x / i
      RR            : 24 x / i
      Temp        : 36 .5 ° C
      TFU          : 2 jari dibawah pusat
      Lochea     : Rubra
      HB            : 7.6 gr %
A : Diagnosa : Ny.R berusia 35 tahun post partum hari ke 1 G8 P6 A1 dengan anemia
      Dasar       : HB 7.6 gr %
      Masalah Potensial : Perdarahan dan infeksi nifas
      Kebutuhan              :
·         Nutrisi
·         Personal hygiene
·         Istirahat

P :
Perencanaan :
·         Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi dan asam folat seperti daging sapi ,kacang-kacangan,sereal kaya zat besi, sayuran berdaun hijau tua, buah kering, selai kacang
·         Kolaborasi dengan dokter obgyn untuk penanganan anemia
o   Terapi yang didapatkan :
§  amoxicilin 2 x 1
§  as.mef       3 x 1
§  sf               1 x 1

·         menganjurkan ibu untuk tranfusi darah
·         Menganjurkan ibu istirahat yang cukup
·         Mengobservasi keadaan umum ibu
·         Menginformasikan hasil pemeriksaan kepada ibu
·         Menganjurkan ibu untuk mengganti duk minimal 3 x sehari


Pelaksanaan :
·         Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi dan asam folat seperti daging sapi ,kacang-kacangan,sereal kaya zat besi, sayuran berdaun hijau tua, buah kering, selai kacang
·         Kolaborasi dengan dokter obgyn untuk penanganan anemia
o   Terapi yang didapatkan :
§  amoxicilin 2 x 1
§  as.mef       3 x 1
§  sf               1 x 1
·         Menganjurkan ibu istirahat yang cukup
·         Mengobservasi keadaan umum ibu
·         Menginformasikan hasil pemeriksaan kepada ibu
·         Menganjurkan ibu untuk mengganti duk minimal 3 x sehari

E :
·         Ibu sudah mendapatkan terapi
·         Ibu tidak mau ditranfusi
·         Ibu sudah mendapatkan istirahat yang cukup
·         Ibu sudah mengetahui hasil pemeriksaan dirinya
·         Ibu sudah mau untuk mengganti duk 3 x sehari




BAB IV
PENUTUP

A.   Kesimpulan
·         Nifas adalah masa pulihnya kembali dari masa persalinan selesai sampai alat-alat kandungan kembali seperti pra hamil (Mochtar, 1998:115).
·         Periode Nifas :
o   Puerperium dini
o   Puerperium intermedial
o   Remote puerperium
·         Anemia adalah suatu keadaan dimana kadar Hb dan atau hitung eritrosit lebih rendah dari harga normal. Dikatakan sebagai anemia bila Hb < 14 g/dl dan Ht < 41 % pada pria atau Hb < 12 g/dl dan Ht < 37 % pada wanita. Memungkinkan terjadinya penurunan kuantitas hemoglobin, penurunan komponen eritrosit (Rustam, 1998 : 298).
·         Pengaruh anemia pada ibu nifas adalah terjadinya subvolusi uteri yang dapat menimbulkan perdarahan post partum, memudahkan infeksi puerperium, pengeluaran ASI berkurang dan mudah terjadi infeksi mamae (Prawirohardjo, 2005). Praktik ASI tidak eksklusif diperkirakan menjadi salah satu prediktor kejadian anemia setelah melahirkan (Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat, 2008).

B.   Saran
Setelah penulis menyimpulkan hasil kegiatan ini, maka ada beberapa hal yang ingin penulis sampaikan, yaitu saran yang mudah-mudahan dapat bermanfaat dalam usaha peningakatan mutu pelayanan kesehatan, adapun saran terasebut sebagai berikut :
1.    Perawatan yang dilakukan dengan baik, cermat dan teliti agar lebih ditingkatkan.
2.    Apabila di daerah menemukan kasus dengan gejala anemia hendaknya diperiksa ke petugas kesehatan atau tempat pelayanan kesehatan.
3.    Dalam melakukan perawatan anemia hendaknya dengan hati-hati, cermat dan teliti maka akan mempercepat proses penyembuhan.




DAFTAR  PUSTAKA


·         Doenges, E.M. 2001. Rencana Perawatan Maternal/Bayi. EGC, Jakarta.
·         Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri. EGC, Jakarta.
·         Prawirohardjo, Sarwono. 1999. Ilmu Kebidanan. YBP-SP, Jakarta.
·         Saifudin, A.B. 2002. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. YBP-SP, Jakarta.
·         Sastrawinata, Sulaiman. 1984. Obtetri Patologi. Cleman, Jakarta.
·         Prawirohardjo, Sarwono. 2000. Ilmu Kebidanan. YBP-SP, Jakarta.






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar